Belum sesuai Janji dan Target Kinerja, Berikut Evaluasi Kinerja OPD Pemprov Sulbar

Tampak Hadir memimpin Rapim, Gubernur Sulbar didampingi Wakil Gubernur Hj. Enny Anggraeny Anwar dan Kepala Bappeda Khaeruddin Anas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 8

Makassar, suarainsani.com – Sudah diakhir tahun keempat pemerintahan ABM-Enny, Rapat pimpinan tingkat Pemerintah Provinsi Sulbar digelar pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2021 di Hotel Four Points, Makassar.

Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Provinsi Sulbar tahun 2021, dibuka langsung oleh Gubernur Sulbar, H.M. Ali Baal Masdar didampingi Wagub Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, dan dihadiri para Staf Ahli, Asisten, Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar dan peserta lainnya.

Menurut Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, bahwa pelaksanaan rapat pimpinan merupakan agenda penting dan strategis, sebagai forum evaluasi kinerja perangkat daerah dengan melihat progres pencapaian sasaran pembangunan yang telah dikerjakan, dan melakukan penajaman pelaksanaan program hingga tahun 2022.

“2021 merupakan tahun keempat pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Sulbar tahun 2017-2022. Sedangkan capaian pembangunan saat ini belum sesuai yang kita harapkan. Perlu kerja keras dan kesungguhan untuk mengejar berbagai target dan janji kerja yang belum terealisasi,” tegas Gubernur Ali Baal Masdar.

Gubernur Sulbar H.M. Ali Baal Masdar saat memberi sambutan dan membuka Rapim Pemprov Sulbar

Ia juga menyampaikan, perjalanan yang telah dilalui selama ini, terutama dalam waktu hampir dua tahun terakhir cukup berat, karena terjadinya pandemi covid-19 yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga pada sektor ekonomi dan sosial masyarakat.

Pelaksanaan berbagai kegiatan berhadapan dengan banyak keterbatasan, dimana kebijakan refokusing anggaran disertai revisi kegiatan yang harus difokuskan pada penanganan pandemi covid-19. Tantangan lain adalah bencana alam gempa bumi yang melanda Kabupaten Majene dan Mamuju pada pertangahan Januari 2021 lalu. Berbagai permasalahan dan tantangan tersebut perlu disikapi bersama, meskipun kemampuan fiskal Sulbar masih terbatas.

Gubernur Ali Baal Masdar pada kesempatan tersebut   menekankan beberapa hal untuk menjadi perhatian. Pertama, seluruh OPD harus lebih fokus melaksanakan program dan kegiatan, pelaksanaan harus terukur dan berorientasi pada hasil yang nyata, tidak semata berorientasi pada proses yang cenderung hanya formalitas. Kedua, diperlukan akselerasi, adanya upaya-upaya percepatan dalam mencapai visi dan misi Gubernur yang ditetapkan dalam RPJMD.

Ketiga, semua OPD perlu meningkatkan ritme kerja. Tinggalkan kebiasaan kerja yang terkesan hanya rutinitas, monoton, sekedar formalitas. Kegiatan terlaksana, administrasi terpenuhi, tapi output tidak jelas. Dalam berbagai kesempatan, selalu saya menyerukan untuk membiasakan yang benar, yaitu bekerja baik untuk kepentingan rakyat.

Bukan membenarkan kebiasaan untuk kepentingan diri sendiri. Keempat, para kepala OPD dan segenap jajaran Pemprov Sulbar agar selalu peka terhadap berbagai permasalahan, terutama keluhan rakyat, dan proaktif melakukan koordinasi untuk mengatasinya. Jangan malah membiarkan permasalahan melebar dengan alasan bukan tugasnya. Kelima, mari menguatkan semangat dan kesunggguhan mendorong birokrasi yang profesional, dengan aparat yang selalu meningkatkan kompetensiya, berdisiplin memiliki etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang makin baik dan terpercaya.

“Mari menguatkan semangat dan kesunggguhan mendorong birokrasi yang profesional, dengan aparat yang selalu meningkatkan kompetensinya, berdisiplin, memiliki etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang makin baik dan terpercaya.

Peserta RAPIM yang dihadiri pimpinan OPD Pemprov Sulbar

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar berharap, kiranya seluruh OPD Pemprov Sulbar, dapat membuat laporan  kinerja beserta capaian hasilnya.

Selain itu, sambungnya, dibutuhkan kolaborasi kerja sama, serta saling memberi masukan apa saja yang perlu disiapkan di masa akhir jabatan ABM-Enny.

“Saat ini kiranya seluruh unsur stakeholder terkait, tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain, mengingat keadaan dan situasi di tengah pandemi serta pasca gempa di Sulawesi Barat yang membuat kita harus lebih bekerja keras, dan harus saling bahu-membahu untuk menciptakan dan memajukan Provinsi Sulawesi Barat untuk menjadi lebih baik lagi,” ujar Enny Anggraeni  (FR/MA).

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter