Sosialisasi Indikator Desa Mandiri Sejahtera, Desa Botto dicek Kesehatan BUMDes nya

Foto Bersama Narasumber bersama Aparat dan Warga serta Mahasiswa PUMD Unasman sesaat acara selesai

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 55

Polewali, suarainsani.com – Program Unasman Membangun Desa (PUMD) kembali menggelar sosialisasi penguatan ekonomi desa di desa Botto Kecamatan Campalagian pada Sabtu (18/09/2021).

Acara yang digelar di kantor BPP Campalagian, Desa Botto ,Dusun Ceppa, dihadir langsung Kepala Desa Botto Abd Rasyak S. beserta aparatur Desa, Pengurus BUMDes Bunga Padi, dan kelompok UMKM desa Botto.

Sementara dari pihak kampus dihadiri langsung Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unasman, Bapak Basri, S.kom., M.T. yang mewakili rektor Universitas Al Asyariah Mandar  sekaligus membawakan materi “Sistem pemasaran dan Konsep Penguatan Bumdes”, serta dosen Ilmu Pertanian selaku narasumber teknik pengolahan makanan, oleh Ibu Ir. Hj. Siadina, M.Si.

Mahasiswa PUMD Desa Botto, selaku pelaksana kegiatan, turut membantu pelatihan pengembangan produk unggulan Desa Botto, salah satunya berupa mie dari daun kelor dan sambal goreng.

Dengan di adakan pelatihan ini di harapkan para pelaku usaha Desa Botto dapat meningkatkan kretivitas dan lebih berinovasi dalam bidang kewirausahaan.

Narasumber Penguatan Ekonomi Desa Botto saat memaparkan materi di hadapan Stake Holder di Desa

Dalam sambutan kepala Desa Botto Abd Rasyak S, menyampaikan harapan besar dengan kehadiran Unasman melalui program Unasman ke depan.

Menanggapi hal ini, Basri mewakili Pihak Unasman menyampaikan, bahwa untuk membantu secara intensif butuh diawali penandatanganan Nota Kesepahaman kerjasama.

“Melalui PUMD dengan label Merdeka Belajar, sangat memungkinkan kita akan fokus membantu desa mendesain penguatan ekonomi desa dengan menganalisis potensi desa terlebih dahulu.” Terang Basri pada Media.

Sosialisasi yang diawali dengan Informasi cara pengolahan makanan oleh Ibu Ir. Hj. Siadina, M.Si, dilanjutkan materi penguatan ekonomi desa melalui penguatan BUMDes oleh Basri, S.Kom.,MT.

Dalam pemaparan materinya selain memotivasi aparat desa Botto yang hadir, Basri juga secara langsung melakukan observasi Cek Kesehatan Usaha (CKU) BUMDes.

“Desa yang Bumdes nya maju adalah Desa yang mampu memanfaatkan potensi desa untuk kesejahteraan masyarakat dan hal ini tidak luput dari kerja sama dengan Instansi pemerintah, Perguruan Tinggi, Bumdes, Masyarakat Desa dan Kelompok Pengusaha.” Tegas Basri dalam pemaparan materinya.

Tambahnya bahwa dengan observasi menggunakan Aplikasi CKU BUMDes, Desa Botto saat ini masih kategori Bintang 3, artinya usaha sudah jalan dan untung, namun belum besar (BB/MA).

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter