Apa Kabar Bahar Bin Smith, Benarkah Segera Bebas?

Sumber Foto Istimewa (Habib Bahar Bin smith)

Sumber Foto Istimewa (Habib Bahar Bin smith)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 16

SUARAINSANI.COM – Habib Bahar bin Smith segera menghirup angin segar agar bisa bebas dari penjara. Hakim mengabulkan gugatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung terkait surat pencabutan asimilasi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor.

Bahar sendiri mendapat asimilasi sesuai Permenkum HAM nomor 10 tahun 2020 tentang asimilasi saat pandemi COVID-19. Namun, selang beberapa hari, asimilasi Bahar dicabut dan Bahar kembali dijebloskan ke penjara. Padahal, Bahar saat ini sedang dipindahkan ke Rutan Nusakambangan.

Tak terima jika asimilasi itu dicabut, Bahar melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Gugatan pun dilayangkan terkait pembatalan program asimilasi yang dilakukan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor. Gugatan tersebut tertera dengan nomor perkara 73 / G / 2020 / PTUN-BDG.

Sidang berlanjut hingga akhirnya memasuki proses pengambilan keputusan pada Senin (12/10/2020) kemarin. Majelis hakim membacakan putusan yang pada intinya mengabulkan gugatan Bahar terhadap SK Bapas Bogor.

“Hakim dalam eksepsi menolak eksepsi tergugat seluruhnya. Hakim dalam perkara tersebut mengabulkan gugatan penggugat secara keseluruhan,” ujar Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung, Faisal Zad dalam sidang yang juga digelar secara online via akun YouTube PTUN Bandung.

Dalam putusannya, hakim menyatakan bahwa surat keputusan Kepala Bapas Kelas 2 Bogor nomor W11.pas.pas.33.pk.01.05.02-1987 tanggal 18 Mei 2020 yang menjadi dasar pencabutan asimilasi dilakukan oleh Kepala Cibinong dengan nomor surat W11.pas. pas.11.pk.01.04-1473 tidak valid.

Mengharuskan tergugat mencabut keputusan Kepala Bapas kelas 2 Bogor nomor W11.pas.pas.33.pk.01.05.02-1987 tanggal 18 Mei 2020 tentang pencabutan surat keputusan Ketua Kelas 2 Lapas Bogor, “kata hakim.

Azis Yanuar, kuasa hukum Bahar, bersyukur usahanya tidak sia-sia. Dengan putusan itu, dia meminta Bapas Bogor dan Camat Cibinong segera menaati putusan hakim.

Alhamdulillah hari ini PTUN Bandung memutuskan gugatan kami dari Habib Bahar bin Smith diterima seluruhnya dan kemudian disebutkan bahwa SK Bapas yang mencabut asimilasi Habib Bahar bin Smith tidak sah. Jadi Habib Bahar bin Smith harus mengembalikan asimilasinya, dapat berasimilasi lagi agar bisa pulang., ”kata Azis Yanuar, salah satu kuasa hukum Bahar, Senin (12/10/2020).

Ia pun meminta agar LP Bogor dan LP Cibinong mengikuti putusan majelis hakim tersebut. Jadi, Bahar bisa bebas dan pulang kampung.

“Kami meminta pemerintah mematuhi supremasi hukum dan konsisten dengan keputusan pengadilan,” ujarnya.

Namun, pihak Bapas melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat tidak segera mengeksekusi putusan hakim tersebut. Selain menunggu salinan putusan hakim PTUN Bandung, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat juga akan mengajukan kasasi.

“Kami menghormati putusan hakim PTUN Bandung yang membatalkan SK Kepala Bapas Bogor. Selanjutnya tim advokasi mengadakan rapat guna membahas langkah hukum untuk mengajukan kasasi,” kata Kepala Bidang Pemasyarakatan Kementerian Hukum Jabar dan Hak Asasi Manusia Abdul Aris di kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Seperti diketahui, Habib Bahar terlibat kasus penganiayaan terhadap dua remaja di pondok pesantren Tajul Allawiyin miliknya. Atas kasus itu, dia divonis 3 tahun penjara.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter