Forum ALKI Dua Ngaji Maritim, Strategi Pemprov Sulbar dalam Penanganan Pekerja Migran Indonesia

Ngaji Maritim Chapter 8 Forum ALKI DUA Tema SULBAR dan Malaysia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 78

Jakarta, suarainsani.com –  Forum Alur Laut Kepulauan Indonesia Wilayah Dua (ALKI DUA), kembali menggelar pertemuan bertajuk Ngaji Maritim dengan tema Sulbar dan Malaysia : Strategi Sulawesi Barat Kelola Pekerja Migran Melalui Jalur Laut pada Senin (05/10/2020).

Acara yang berlangsung pukul 19.00 WIB tersebut, menghadirkan Narasumber dan peserta diskusi dari berbagai kalangan. Tampak hadir dalam acara tersebut, Narasumber Dr. Ir. Haposan Saragih, M.Agr, selaku Direktur Kerjasama dan Verifikasi Penyiapan Dokumen BP2MI, Mr. Carl Moosom, selaku Chairman BEBC Sabah Chapter BIMP-EAGA Malaysia Business Council, Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd., MM, selaku Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat Bidang Tenaga Kerja dan Hubungan Kerjasama.

Narasumber dan Peserta Diskusi Forum ALKI DUA Chapter 8

Selain narasumber Tampak Hadir dalam forum diskusi tersebut, Iskandar Abdullah, selaku Konsulat RI Tawau, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, selaku Rektor Unasman Sulbar, serta Beberapa Kepala Dinas Pemprov Sulawesi Barat dan penggiat isu Kemaritiman.

Dalam Sambutan membuka acara, Irvan Basri, selaku Founder Forum ALKI DUA, menyampaikan apresiasi atas upaya pemprov Sulawesi Barat dalam penanganan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan berbagai langkah-langkah strategis menjadikan Pelabuhan Silopo, menjadi titik Embarkasi dan Debarkasi serta lokasi Deportasi langsung dari Sabah, Malaysia.

“ALKI DUA, sebagai salah satu Alur laut yang ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan untuk pelayaran internasional selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik, bahkan belum dibahas potensinya bagi kemajuan daerah, sehingga harapannya dengan forum diskusi ini dapat menjadi pemicu ke depan”. Tegas Irvan Basri, yang juga merupakan Tenaga Ahli di Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Irvan Basri selaku Founder Forum ALKI DUA memberikan Sambutan

Secara bergilir, menyampaikan Paparannya, Pemprov Sulawesi Barat yang diwakili oleh Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa langkah strategis  Pemprov Sulbar tersebut sebagai upaya perlindungan warga asal Sulbar di luar negeri, sehingga aman dalam bekerja. Untuk itu dalam mewujudkan hal tersebut berbagai langkah-langkah telah dilakukan, mulai dari observasi pekerja di luar negeri, koordinasi dan kerjasama pihak Malaysia, penyiapan sarana dan prasarana pelabuhan, hingga berbagai layanan yang berhubungan dengan pelayanan Pekerja Migran.

Menanggapi hal tersebut beberapa Dinas terkait yang juga bergabung menyampaikan kesiapannya, diantaranya Dinas Tenaga Kerja Daerah Sulbar, Dinas Capil, serta Dinas Sosial, bahwa pemrov Sulbar dengan dukungan stake holder memang sudah siap, sehingga Pelabuhan Silopo dengan CIQS, Layanan Terpadu Satu Atap, Shelter Penampungan Sementara, semua akan siap segera.

Dalam pemaparan lainnya, Mr. Carl Moosom, selaku Chairman BEBC Sabah Chapter BIMP-EAGA Malaysia Business Council, juga turut menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sulbar dalam langkah-langkah yang dilakukan, karena bukan hanya isu Tenaga Kerja Migran saja akan tetapi juga dampak perkembangan ekonomi Sulbar akan berpotensi ke depan apalagi dengan telah masuknya Pelabuhan Tanjung Silopo dalam Joint Statement BIMP-EAGA.

Mewakili pihak Malaysia, Mr. Carl Moosom juga menyampaikan bahwa segala sesuatunya telah dikoordinasikan sehingga pelayaran dari Pelabuhan Sandakan ke Pelabuhan Tanjung Silopo akan segera beroperasi begitu situasi sudah kondusif.

Di kesempatan lainnya, dalam acara yang dimoderatori oleh Husni Mubarak, Dr. Ir. Haposan Saragih, M.Agr, mewakili BP2MI, meyampaikan dengan tegas bahwa pihak BP2MI siap mendukung langkah-langkah pemerintah Sulbar, apalagi kepala BP2MI, Bapak Benny Rhamdani telah berkunjung langsung ke Sulbar dan menyaksikan sendiri keseriusan pemprov Sulbar. Terkait warga Sulawesi Barat yang sangat banyak sebagai Pekerja Migran di Malaysia, BP2MI mengapresiasi dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur terkait Perlindungan Pekerja Migran yang merupakan warga Sulbar, dan BP2MI tengah beraudensi dengan Mendagri agar langkah-langkah Pemrov Sulbar ini menjadi contoh bagi Pemrov dan Kepala Daerah lainnya di Indonesia.

Juga di kesempatan lainnya dalam forum diskusi tersebut, menanggapi banyaknya permasalahan terkait Pekerja Migran Indonesia, khususnya di Sulbar, Rektor Unasman Sulbar, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si menyampaikan bahwa pihak akademisi Perguruan Tinggi melalui Unasman akan siap mendukung pemerintah, dengan kerjasama program-program pelatihan serta lebih jauh riset-riset terkait permasalah Ketenagakerjaan akan kita lakukan dengan telah dibentuknya Pusat Riset Ketenagakerjaan dan Pekerja Migran Indonesia di Unasman. (BB/MA)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter