Mesjid 99 Kubah Jadi Perbincangan, Begini Tanggapan Kajur Arsitek UIN Alauddin

Zulkarnain AS (Ketua Jurusan Arsitektur UIN Alauddin Makassar)

Zulkarnain AS (Ketua Jurusan Arsitektur UIN Alauddin Makassar)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 33

suarainsani.com – Masjid 99 Kubah, tengah menjadi perbicangan dikalangan masyarakat, karena sudah hampir 2 tahun pembangunannya belum dilanjutkan atau terbengkalai, disatu sisi keinginan masyarakat untuk memanfaatkan masjid yang menjadi icon sulsel ini juga semakin besar.

Hal tersebut sontak menjadi perhatian beberapa kalangan masyarakat, praktisi, akademisi, termasuk Ketua Jurusan Arsitektur UIN Alauddin Makassar, Zulkarnain atau biasa disapa Zul

Baca juga berita terbaru : Partai Gelora Resmi Usung Benyamin Davnie di Pilkada Tangerang Tahun 2020

Ia mengatakan, jika suatu proyek tidak dilanjutkan maka memunculkan resiko, pertama mengurangi kualitas dari struktur bangunan, kedua mengurangi material yang ada.

“Karena, masjid tersebut tidak di pakai juga tidak dibersihkan, itu dilihat dari segi pekerjaannya. Sangat disayangkan kalau tidak tuntas,” jelas Zul saat ditemui di ruangannya lantai III Fakultas Saintek dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, Rabu (19/8/2020)

Zul yang juga Alumni Arsitektur UIN Alauddin Makassar ini menambahkan, begitu pun jika bangunan terbengkalai atau tidak dilanjutkan selama setahun, pasti ada proses perbaikan lagi. Nah lanjut Zul, perbaikan yang dilakulan itu, tergantung dari kerusakan gedung.

“Otomatis ada bagian-bagian yang rusak. Boleh jadi, pipanya atau aliran airnya rusak karena memungkinkan debu atau material pasir masuk,”

“Itu masalahnya jika bangunan tidak dilanjutkan, karena tidak ada yang melakukan pemeliharaan, juga pembersihan. Apalagi, memungkinkan siapa pun bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan di masjid tersebut,” ucapnya.

Baca juga berita lainnya : Prostitusi Semakin Merakyat

Menurut Zul, jika auditnya sudah keluar namun pembangunannya belum dilanjutkan, berarti ada masalah dengan pekerjaan bangunannya.

Apalagi tambah Zul, jika bangunannya aman, berarti otomatis pembangunannya harus dilanjutkan.

“Lebih baiknya, suatu pekerjaan itu segera dilanjutkan karena jika suatu pekerjaan tidak dilanjutkan atau stagnan, kemudian mau dilanjut namun waktunya terlalu lama tentu harus dilakukan beberapa perbaikan terlebih dahulu. Itu kendalanya,” terangnya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

1 thought on “Mesjid 99 Kubah Jadi Perbincangan, Begini Tanggapan Kajur Arsitek UIN Alauddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter