HMI : BUPATI JANGAN ANTI KRITIK JAWAB TUNTUTAN MAHASISWA

Kumpulan Massa Aksi HMI saat Menyampaikan tuntutannya di Depan Kantor Bupati Polewali Mandar

Kumpulan Massa Aksi HMI saat Menyampaikan tuntutannya di Depan Kantor Bupati Polewali Mandar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 14

SUARAINSANI.COM, Polewali Mandar – Aksi demo HMI di depan kantor Bupati Polewali Mandar menuntut ketegasan Bupati untuk menjawab tuntutan yang belum terjawab Kamis (13/08/2020).

Aksi yang di mulai Pukul 10:00 wita  sampai selesai berjalan aman terkendali. korlap aksi Muhammad Ridwan mengatakan ” untuk memahami secara holistik kasus yang terjadi pekan lalu ,kami datang membawa tuntutan terkait problem yang terjadi dilapangan , namun lontaran kata bodoh yang dikeluarkan Bapak Bupati itu bukan karena kami tidak memahami apa yang kami bawa (By Data). namun hanya karena menyangga kalimat Bapak Bupati yang tak membaca secara tidak utuh tuntutan mahasiswa,yang akhirnya di distotsi menjadi problem etika. Itupun etika versi nya sendri “dia merekok di depan kita” ini kira kira kutipan Bapak yang terhormat, yang mereka permasalahan.

Selanjutnya saya ingin masuk ke hal yang lebih substansi. jika memang Bapak Bupati dalam hal ini mengatakan “BODOH” kepada korlap aksi, mestinya Bapak Bupati tidak menunjukkan hal yang sama. Jika memang Bupati ingin menunjukan sikap seorang pemimpin yang humanis mestinya menjawab secara terbuka tuntutan mahasiswa .

1.Tentang Direktur RSUD yang mestinya didefenitifkan.

2. Tentang Kabid pelayan yang mesti di evaluasi.

3.Tentang membuka secara gamblang anggaran refocusing. Mulai dari mana anggaran itu (anggaran apa yang digeser dan dari OPD mana)

Kemana anggaran itu diserap (rincian penyerpannya )Dan berapa kesisahan dari anggaran itu hingga saat ini.

4. Mengevalusi Program apa saja yang telah dilakukan tim satgas.

apakah program itu terukur, tidak tumpang tindih dengan aspek ekonomi dan sosial .

5. Sejauh mana pengadaan ruangan, alkes dan tim medis di siapkan

6. Bgaimana sikap pemerintah terhadap oknum di RSUD jika rapid test yang masih tak sesuai harga di bayarkan oleh masyarakat (Data) Dan apakah penggeratisan terhadap beberapa kategori dalam perbup itu tidak bermain-main .

Menjadi penting dipahami bahwa lokus dalam problem ini adalah apa yang saya tuliskan diatas , adapun perihal kata bodoh, tindakan represif serta tudingan Mahasiswa ditunggangi juga perlu diluruskan, karena kami tidak ingin kelak akan dihadapkan dengan anggapan praktis terhadap gerakan mahasiswa, serta saya sesungguhnya rindu terhadap sikap humanis dan jiwa kepemimpinan yang kuat oleh pejabat publik, kata “BODOH” jangan kemudian jadikan cerminan tidak mampunya pejabat publik berkomunikasi dengan baik.

Pak bupati dalam hal ini tidak boleh terkesan anti kritik dalam sistem demokratis, mengatakan anjing menggonggong kafilah berlalu ‘ adalah menghina suara rakyat, apakah meneriakkan kebenaran dianggap suara berlalu anjing yang menggonggong. Saya harap hati hati dalam mengeluarkan pernyataan.

Untuk itu saya katakan.

Dengan tegas kami tidak akan berhenti jika tuntutan kami belum diterima .

“Sebaiknya Bapak Bupati yang terhormat jangan anti kritik, karena itu adalah antitesa dalam Negara Demokrasi pungkas kidu (sapaan akrap Muhammad Ridwan)”.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter