14 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Tiba di Sulawesi Barat

Foto Bersama PMI-B di Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare

Foto Bersama PMI-B di Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 144

Polman, suarainsani.com – 14 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) asal Sulawesi Barat dideportasi dari Malaysia pada Jum’at (03/07/2020).

Warga Sulawesi Barat sebanyak  14 orang diantaranya, Kabupaten Polewali Mandar 11 Orang, Kabupaten Majene 1 orang dan Kabupaten Mamuju 2 orang.

Kepada media surainsani.com, Kepala BP2MI UPT Wilayah Makassar Mohd. Agus Bustami, SE.MM menyampaiakan  bahwa hari ini Jum’at 03 Juli 2020 pukul 09.00 rombongan PMI-B telah tiba di Parepare Sulawesi Selatan menggunakan Kapal KM. Thalia  selanjutnya akan diserahkan langsung kepada perwakilan daerah masing-masing, prosedur yang dilakukan diupayakan sesuai Standar Prosedur Tetap, Dimulai Pemeriksaan suhu badan dan peyemprotan disinfektan di pelabuhan oleh tim kesehatan, selanjutnya PMI-B diserahkan ke masing-masing perwakilan pemerintah Provinsi/Kabupaten “Pada hari ini kita telah menerima tim dari Sulawesi Barat yang mana mereka adalah deportan  dari Malaysia Timur (Sabah) semua ini terlaksana berkat dukungan pemerintah setempat oleh sebab itu, Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Bapak Gubernur Sulawesi Barat dan Juga Bapak Bupati Polewali Mandar yang memiliki jumlah PMI yang cukup besar yang disamping ada Majene dan Mamuju muda-mudahan dengan perhatian ini dapat memberikan dampak positif dalam pembinaan ketenaga kerjaan dalam masyarakat”

Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd., MM selaku Staf Khusus Gubernur Bidang Tenaga Kerja dan Hubungan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Sulawesi Barat yang juga Pemerhati Pekerja Migran Indonesia, kepada media menyampaikan “bahwa mereka (PMI-B) di deportasi dari Tawau Sabah Malaysia karena beberapa kasus diantaranya kasus Narkoba, Ilegal dan Overstay/Dokumen habis masa berlaku,.

Tampak hadir dalam menjemput rombongan PMI-B, perwakilan Provinsi Sulawesi Barat, Terdiri dari Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd., MM selaku Staf Khusus Gubernur, Armon. S.Sos Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulbar bersama Ibu Hikmah  Kepala Seksi Penempatan, Drs. Suwahru Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sulbar, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Majene, juga tampak hadir Perwakilan Kabupaten Polewali Mandar terdiri dari.  Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Ir. Bebas Manggazali, M.Si, Kepala Dinas Sosial Polewali Mandar, H.M Yusuf Djalaluddin Madjid, SH,MM, Kepala Satpol PP Polewali Mandar, Drs. Aco Jalaluddin, Kepala Dinas Transmigrasi & Tenaga Kerja – ESDM  Polewali Mandar Ir. Abdul Salam, MM, Kepala Bidang Tenaga kerja Distransnaker-ESDM Polewali Mandar, Yusdi Paksi Segara, S.STP., M.Adm.KP. serta Kanit 1 Intelkam Polres Polman, Ipda Andi  Panaungi

Dari pantauan tim media, Tim penjemputan bersama rombongan PMI-B asal Sulawesi Barat meninggalkan pelabuhan Nusantara Parepare sekitar pukul 12.15 Wita menuju Polewali Mandar Sulawsi Barat, selanjutnya PMI-B di hantar ke Stadion S.Mengga yang merupakan tempat karantina yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Dilokasi karantina, Sekda Polewali Mandar Ir. Andi Bebas Manggazali, M.Si saat diwawancara oleh tim media menyampaikan bahwa sesuai arahan Bupati Polewali Mandar, mereka (PMI-B) akan dikarantina dan mengikuti beberapa proses “ jadi sesuai arahan bapak Bupati Polewali Mandar, warga kita ini akan dikarantina dulu disini sambil mengikuti beberapa proses diantaranya pemeriksaan kesehatan, harapan kita kedepan bahwa pemberangkatan ini tidak ada lagi yang illegal dan semua dilegalkan., Dan salah stau keinginan Pak Bupati akan membuka jalur transportasi laut dari Pelabuhan Tanjung Silopo menuju Sabah – Malaysia.”

Ditempat terpisah, Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd.,MM kepada media menyampaikan “ saya secara pribadi sebagai Pemerhati Pekerja Migran Indonesia berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Barat Bapak Andi Ali Baal Masdar  dan Bupati Polewali Mandar Bapak Andi Ibrahim Masdar, juga Pemerintah Kabupaten Majene. Yang begitu peduli dan merespon dengan cepat dalam menangani evakuasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia yang di deportasi dari malaysia ke daerah asalnya masing-masing, hanya kemudian sangat disayangkan kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju yang tidak mengutus perwakilannya dalam penjemputan PMI-B yang berasal dari Kabupaten Mamuju, Total Deportasi sebanyak 287 diantaranya Sulbar sebanyak 14 orang yang terdiri dari Kabupaten Polewali Mandar 11 orang, Kabupaten Majene 1 orang dan Kabupaten Mamuju 2 orang, Deportasi kali ini tersebar dari beberapa pusat tahanan. Pusat Tahanan Kota kina balu dan Pusat Tahanan Sandakan, sebagai bentuk kepedulian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga Kabupaten Majene penjemputan dilakukan terhadap warga sulawesi barat yang di deportasi. Walaupun mereka berangkat secara ilegal mereka tetap warga Sulawesi Barat.”

“Firdaus sebagai Pemerhati Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga menuturkan kedepan diminta kepada pemerintah kabupaten agar lebih peka dan peduli terhadap keberadaan para pekerja migran ini, walaupun mereka berangkat secara ilegal namun disisi lain kita semua harus ingat bahwa mereka tetap berjasa kepada Negara ini karena turut berkontribusi terhadap pemasukan Devisa Negara. tuturnya, sekalilagi terimakasih , tutupnya.” (MA)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter