BIMP-EAGA Transport Ministers Meeting ke-12 Memperkukuh posisi Pelabuhan Tanjung Silopo Polewali Mandar

Dokumentasi lain saat petemuan tingkat menteri BIMP-EAGA ke-12

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 579

Jakarta, suarainsani.com – Perkumpulan regional empat negara, Brunei Darassalam, Indonesia, Malaysia, Philippine East ASEAN Growth Area (BIMP – EAGA) kembali menggelar petemuan tingkat menteri pada Kamis, (5/12/2019) hingga hari ini  di Westin Hotel Jakarta, Indonesia.

Terlihat hadir dalam rapat Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, Sekretaris menteri Transportasi Brunei Darussalam, Mohammad Nazri Muhammad Yusof, Menteri Transportasi Malaysia, Dato’ Kamaruddin Jaffar,  dan Asisten Sekretaris Kementerian Transportasi Republik Philipina, Lino Hambala Dabi serta seluruh delegasi keempat negara yang tergabung dalam perkumpulan regional BIMP-EAGA.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi saat menghadri pertemuan BIMP-EAGA ke-12

Pemerintah Sulawesi Barat patut berbangga karena rapat yang dihadiri pejabat setingkat menteri tersebut membahas banyak hal terkait 5 pilar program BIMP-EAGA, yang salah satunya membahas terkait Pelabuhan Tanjung Silopo, Sulawesi Barat sebagai gerbang pelayaran Indonesia yang akan menghubungkan sektor perdagangan, ekonomi, sosial, pariwisata, dan budaya ke seluruh dunia.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Mr. Carl Moosom selaku Ketua BEBC bagian Sabah Malaysia yang turut hadir mendukung kegiatan BIMP-EAGA, “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Sulawesi Barat sudah merintis komunikasi dengan pihak kerajaan Malaysia melalui Negara Bagian Sabah Malaysia, untuk jalur Kapal melalui Pelabuhan Tanjung Silopo menuju Pelabuhan Lahad Datu, sehingga ke depan kita berharap melalui hubungan ini tidak hanya sektor ketenagakerjaan, juga perdagangan, pariwisata, budaya, dan sosial juga dapat dihubungkan melalui jalur tersebut”.

Tambahnya dalam wawancara melalui telepon tersebut, Mr. Carl Moosom, menyampaikan respon positif dan berharap agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera membenahi diri dalam menyambut peluang tersebut, apalagi melalui gerbang jalur tersebut segala sumberdaya yang dihubungkan antara Indonesia dan Malaysia, juga berpelung besar akan terhubung ke Negara-negara besar dunia seperti negara-negara eropa, India, china, dan Australia.

Firdaus Gigo Atawuwur, selaku Staf Khusus Gubernur Sulawesi Barat bersama Mr. Carl Moosom selaku Ketua BEBC bagian Sabah Malaysia saat pertemuan BIMP-EAGA ke-12

Pertemuan yang berlangsung sebagai tindak lanjut atas pertemuan regional yang dilaksanakan pada 24 September 2019 silam di Davao Philipina tersebut sukses membawa nama Pelabuhan Tanjung Silopo dalam pembahasannya.

Dari informasi yang didapatkan, masuknya pelabuhan Tanjung Silopo dalam keanggotaan BIMP-EAGA yang dibahas dalam rapat setingkat menteri ini merupakan tindak lanjut dari rapat BIMP-EAGA tanggal 24 September 2019 lalu yang dilaksanakan di Davao City Philipina yang di hadiri pemerintah Sulawesi Barat yang diwakili oleh asisten I pemprov Muhammad Natsir, serta Asisten II, kepala dinas perhubungan dan kepala dinas tenaga kerja. Turut pula dalam pertemuan tersebut dihadiri Bupati Polewali Mandar H. Andi Ibrahim Masdar beserta rombonga para kepala dinas pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, tentunya kehadiran Bupati dalam pertemuan dimaksud sangat memperkuat dukungan pemerintah terhadap jalur Tanjung Silopo menuju pelabuhan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Saat dikonfirmasi, Staf Khusus Gubernur bidang Sumberdaya, Firdaus Gigo Atawuwur yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Persiapan Pelabuhan Tanjung Silopo ini sudah dua tahun dirintis, dan sudah menghabiskan segala sumberdaya yang ada, sehingga kita berharap dalam waktu dekat dapat beroperasi.

“Kita tidak ingin saat Negara Malaysia, sudah siap, pengusaha sudah siap, apalagi investor yang akan masuk juga sudah siap, namun pihak kita tidak segera berbenah diri” Tegas Firdaus.

Peta Jalur Pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Silopo menuju Pelabuhan Lahad Datu Malaysia yang dipaparkan saat pertemuan BIMP-EAGA ke-12

Tambahnya, Rintisan pelabuhan Silopo tersebut tidak lepas dari peran dan dukungan Gubernur Sulawesi Barat, H. Ali Baal Masdar, serta Bupati Polewali Mandar, H. Andi Ibrahim Masdar.

Harapan dan dukungan ke depan tentu bertumpu pada usaha dan kebijakan Pemerintah Pronvisi Sulawesi Barat, serta Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, dimana pelabuhan tersebut beroperasi. Sehingga masing-masing dapat mempercepat langkah dan membuat perencanaan matang terkait dukungan program yang akan berdampak kesejahteraan masyarakat pada akhirnya. (MA/ BB)

Please follow and like us:
error
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter