Upaya Perlindungan Pekerja Migran, Pemprov Sulbar Siap Gandeng Yapinus dalam Pilot Project Rumah Pekerja Migran Indonesia

Foto Bersama Gubernur Sulbar setelah Rapat pembahasan bersama tim Yapinus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hits: 233

Mamuju, suarainsani.com – Sejalan dengan peran pemerintah daerah sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017, Pemprov Sulbar siap melakukan inovasi pengawasan Pekerja Migran melalui sistem terintegrasi.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sulawesi Barat, H. M. Ali Baal Masdar dalam rapat pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Kerja Gubernur bersama Tim Yayasan Peduli Insani Nusantara (Yapinus) pada Kamis (11/07/2019).

“Kami berterima kasih dan menyambut baik pihak Yapinus bersama mitra mau membantu pemerintah Sulbar” Sambut H. M. Ali Baal Masdar yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulbar, dan Pihak Kominfo Sulbar.

Pertemuan tersebut membahas langkah strategis dan inovatif yang ditawarkan ke pihak Pemprov melalui Yapinus, dalam usaha melakukan pengawasan Pekerja Migran yang berasal dari Sulbar.

Pengawasan yang dimaksud meliputi upaya pendataan yang komprehensif terkait Penempatan Pekerja, Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Hubungan Industri serta Jaminan Sosial Pekerja.

TIm IT berdiskusi dengan Gubernur Sulbar

Firdaus Gigo Atawuwur selaku ketua Umum Yapinus menyampaikan bahwa jangankan masalah-masalah Pekerja kita di luar negeri, bahkan banyak pemerintah daerah tidak tahu menahu jumlah warganya yang berada di luar negeri sebagai pekerja migran.

“Untuk melakukan pengawasan komprehensif ketenagakerjaan, hal tersebut melibatkan berbagai entitas, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, mulai tingkat desa, hingga pemerintah pusat, dan hal itu sudah tertuang dalam sistem Rumah Pekerja Migran Indonesia yang dikembangkan tim IT Indonesia 1 Manajemen sebagai mitra kerja Yapinus” tegas Firdaus Gigo Atawuwur yang juga salah satu tim Satgas pengawasan ketenagakerjaan Provinsi Sulbar.

Aditya Pratama Purnomo selaku Chief Information Officer (CIO) Indonesia 1 Manajemen, dalam presentasinya menyampaikan bahwa, sistem Rumah Pekerja Migran Indonesia yang dikembangkan sebagai pilot project di Sulbar, akan menyediakan data yang valid dan terintegrasi, sehingga pemprov dapat memantau data-data warga Sulbar yang bekerja sebagai Pekerja Migran baik di dalam maupun di Luar Negeri.

Tambahnya, disisi pekerja migran, sudah tersedia Aplikasi mobile Smartphone yang siap digunakan oleh Pekerja, dengan fitur forum diskusi, komunikasi dua arah, bahkan streaming sekalipun kita sediakan, bahkan melalui Aplikasi ini, warga kita yang menjadi Pekerja Migran dapat dengan mudah melaporkan kondisi selama berada di tempat kerja.

“Sistem ini kami pilot project-kan di Sulbar dan aksesnya kami berikan secara cuma-cuma kepada pihak pemprov, karena kami sadar, 60-70 persen peran manajemen pengawasan ketenagakerjaan seharusnya ada dan dimulai di Pemerintah Daerah, karena powernya disitu, sehingga regulasi memang sangat dibutuhkan” Tegas Aditya di sela-sela presentasinya.

Tim IT sementara menjelaskan alur kerja Aplikasi Rumah Pekerja Migran Indonesia

Untuk itu, Firdaus berharap Pemprov segera membuat regulasi terkait langkah-langkah pengawasan yang intensif khususnya kepada Perusahaan Penyalur Pekerja Migran yang melakukan perekrutan di wilayah Sulbar.

Selain itu, harapannya dalam mendukung proses pengawasan, pihak Pemprov segera mempercepat regulasi yang dibutuhkan, karena usulnya Aplikasi ini akan kita resmikan secara simbolik bersamaan dengan pelayaran perdana dari pelabuhan Silopo, Kabupaten Polewali Mandar, yang tidak lama lagi akan beroperasi. (MA/ BB)

Please follow and like us:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter